Jumat, 10 Juli 2015

Reaksi Hipersensitivitas



Reaksi Hipersensitivitas

Hipersensitivitas : reaksi imun yang patologik terjadi akibat respon imun yang berlebihan menimbulkan kerusakan jaringan tubuh.

Respon Imun

Faktor yang menguntungkan 
1. Proteksi terhadap infeksi 
2. Pengendalian pertumbuhan pre-kanker

Faktor yang tidak diinginkan
1. Alergi 
2. Penyakit autoimun
3. Penolakan Graft 
4. Eritroblastosis fetalis

Pembagian reaksi hipersensitivitas menurut waktu

A. Reaksi Cepat

Terjadi dalam hitungan detik menghilang dalam 2 jam
Antigen yang diikat IgE pada permukaan sel mast menginduksi penglepasan mediator vasoaktif.
Klinis : Anafilaksis sistemik dan anafilaksis lokal seperti pilek, bersin , asma, urtikaria dan eksim.

B. Reaksi Intermediate 

Terjadi  beberapa jam dan menghilang 24 jam 
pembentukan kompleks imun  IgG dan kerusakan jaringan melalui aktivasi komplemen dan sel NKADCC
Klinis : reaksi transfusi darah 
           reaksi arthus lokal dan reaksi sistemik seperti  glomerulonefritis.

C. Reaksi Lambat 

Terjadi setelah 48 jam akibat aktivasi sel Th
Pada DTH yang berperan adalah sitokin yang dilepas sel T yang mengaktifkan makrofag dan menimbulkan kerusakan jaringan .
Contoh : Dermatitis Kontak, reaksi TBC

Pembagian reaksi hipersensitivitas menurut mekanisme

Jenis Hipersensitivitas 

Tipe I (igE)
Sel mast dan mediatornya (amin vasoaktif, mediator lipid , sitokin)

Tipe II (IgM dan IgG terhadap permukaan sel atau matriks antigen ekstraseluler)
Opsonisasi dan fagositosis sel 
pengeluaran leukosti
pengaruh komplemen




Tipe III (kompleks Imun)
Pengerahan dan aktivitas leukosit atas pengaruh komplemen dan Fc-R

Tipe IV (melalui sel T)
aktivasi makrofag, inflamasi dan pengaruh sitokin

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Ratih Annisa